Archive for October, 2005

Jelang Habis Ramadhan

Monday, October 31st, 2005

Keramaian berpindah tempat
Kesibukan berpindah lokasi

Konsentrasi ibadah buyar dengan gaung persiapan idul fitri yang harus "sempurna"
Kekhusyukan menjalani langkah-langkah penyucian diri menjadi hilang terbawa angin

Semangat membersihkan hati tiba-tiba luntur sedikit demi sedikit seiring dengan makin dekatnya hari kemenangan

Tapi…
apakah mereka pantas diberi gelar pemenang sementara mereka sendiri telah kalah dalam mengontrol dirinya?

Miris mendengar ketika perjuangan yang telah dilakukan dengan keras harus pupus hanya karena tiba-tiba lupa sesaat dan terlena dengan semua "kesibukan" itu?

Ya Allah….astaghfirullah al adzim

Harta & Tahta

Monday, October 31st, 2005

Dua hal yang dapat membuat seorang manusia terlena dan terlupa terhadap kewajiban hakiki kita terhadap sang Khaliq.

Harta…
Telah menjadi impian dunia
Telah menjadi aset untuk membeli dunia
Telah menjadi sebab manusia terlalu mencintai dunia
Telah menjadi sebab seseorang lupa hak orang lain di dunia

Harta…
Membuat ikatan tulus antar manusia menjadi renggang bahkan putus dan lepas.
Membuat tali persaudaraan terbakar menjadi abu.
Membuat sebuah pengkhiatan terjadi dalam hati manusia.

Tahta…
Kedudukan…
Semua orang ingin dipandang lebih dibandingkan yang lain.
Semua orang melkukan apa saja bahkan hal-hal yang haram untuk memperolehnya.
Kadang orang tidak sadar bahwa dia telah menjadi budaknya.

Tidakkah dia berpikir bahwa yang dia lakukan menyakiti orang lain, bahkan menyakiti dirinya sendiri?
Astaghfirullah….

Pikiran, Hasrat & Renungan

Monday, October 31st, 2005

Ketiganya saling terkait satu sama lain.
Aku sendiri kadang sulit membedakan, 
apakah yang aku pikirkan merupakan suatu renungan ataukah  suatu hasrat yang belum terwujud.

Aku berpikir untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, apa yang belum aku punya dan bagaimana aku bisa memperolehnya.

Aku berpikir apa yang telah aku kerjakan, apa yang sedang kukerjakan dan apa yang akan aku kerjakan.

Aku berpikir…
Apakah hal-hal yang akan kukerjakan merupakan hasil hasrat yang tak terbendung ataukah hasil renungan yang telah dipertimbangkan.

Aku berpikir…
Apakah hasratku telah membutakan mata hatiku? Sehingga aku menganggap hasrat itu adalah pembenaran dari renunganku.

Aku berpikir…
Apakah aku bisa mengendalikan hasratku dengan merenungi semua hal yang telah kulakukan.